5 Perusahaan Kontruksi Terbesar di Indonesia di Tahun 2020

Diposting pada

Daftar Perusahaan Kontraktor Terbesar di Indonesia Swasta Maupun BUMN

Perusahaan Kontruksi Terbesar di Indonesia
Perusahaan Kontruksi Terbesar Di Indonesia

Jalan, gedung bertingkat, jembatan dan segala jenis konstruksi lainnya semakin bertambah di negara kita, tidak terlepas dari peran perusahaan kontraktor konstruksi di Indonesia.

Pembangunan di Indonesia tentu bukan hasil dari satu tahun dan dua tahun kerja, tetapi konstruksi telah ada sejak lama secara berkelanjutan.

Pembangunan modern di negara bagian ini pada zaman kolonial pada kenyataannya dipegang dan dikendalikan oleh perusahaan kolonial Belanda pada saat itu. Setelah negara kita Merdeka, banyak perusahaan konstruksi Belanda diambil alih oleh negara dan berganti nama.

Lihat Juga: perusahaan kontruksi terbesar di indonesia

Nah, perusahaan apa yang pernah dimiliki oleh Belanda dan kemudian diambil oleh negara? Setelah ditinjau.

5 perusahaan kontraktor terbesar di Indonesia yang awalnya dimiliki oleh Belanda

Tidak banyak orang yang tahu bahwa banyak kontraktor konstruksi milik negara (BUMN), awalnya perusahaan milik Belanda yang diambil alih (dinasionalisasikan) oleh pemerintah Indonesia setelah kemerdekaan Indonesia. Apa saja perusahaan ini? peninjauan berikut.

  1. Adhi Karya (Persero) Tbk.

logo PT Adhi Karya sebelum menjadi BUMN, perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia bernama “Architecten-Ingenicure-en Annemersbedrijf Associatie Selle en de Bruyn, Reyerse en de Vries N. V ” atau disingkat (Associate N.V.) yang dimiliki oleh Belanda. Hanya pada tanggal 11 Maret 1960, bahwa perusahaan itu diambil alih oleh negara untuk menjadi BUMN (BUMN) dan namanya diubah menjadi BUMN Adhi Karya.

Pada tanggal 1 Juni 1974, yang setelah lebih dari 14 tahun turut serta dalam pengembangan Indonesia, perusahaan mengubah statusnya menjadi PT (Perseroan terbatas) yang disahkan oleh Menteri Kehakiman Indonesia.
PT Adhi Karya perusahaan kontraktor konstruksi terbesar di Indonesia yang awalnya dimiliki oleh Belanda

lihat juga : desain kamar tidur sederhana

Hingga saat ini, perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia telah memproduksi beberapa anak perusahaan, termasuk Adhi Persada gedung, Adhi Persada properti, dan Adhi Persada beton.

  1. PT AMARTA karya (Persero)

PT. AMARTA karya, salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia, juga awalnya merupakan perusahaan milik Belanda yang sebelumnya bernama N.V. Constructie werk Plaatsen de Vri’es Robbe Lindeteves atau disingkat sebagai Robbe Linde & Co. secara historis, perusahaan Robbe Linde & Co. ini adalah hasil merger antara dua perusahaan Belanda juga, yaitu N.V. Lindeteves Stokvis dan FA. De Vri’es Robbie, yang kemudian berpusat di Semarang, Jawa Tengah.

Perubahan terhadap PN AMARTA karya terjadi pada 1962 setelah perusahaan Robbe Linde & Co. Pemerintah dinasionalisasikan. Kemudian pada 1972, perusahaan beralih ke PT AMARTA karya.

Dalam perjalanannya, perusahaan SOE ini memperluas sektor usahanya untuk ekspansi ke konstruksi sipil, mekanik dan listrik dari awalnya hanya terlibat dalam bisnis fabrikasi baja konstruksi.

  1. PT. Hutama karya (Persero)

Tahukah Anda, kontraktor konstruksi yang membangun gedung MPR/RI itu adalah PT Hutama karya, yang saat itu masih bernama PN (State Enterprise) Hutama karya.

Perusahaan milik negara ini juga awalnya merupakan perusahaan swasta Belanda yang disebut “Hollandsche beton Maatshappij “, nasionalisasi dilakukan oleh pemerintah di perusahaan pada tahun 1960-an dan resmi disahkan melalui peraturan pemerintah (PP) RI No. 61 dari 1961, pada tanggal 29 Maret 1961, dengan nama PN Hutama karya.

PN Hutama karya berkembang pesat setelah diperkenalkan pertama kali di Indonesia pada tahun 1970-an pembangunan “sistem prategang ” BBRV dari Swiss, sebuah teknologi beton pra-tekan. Setelah berkembang pesat karena inovasi ini, perusahaan akhirnya beralih ke PT Hutama karya.

PT. Hutama karya terus mengembangkan bisnisnya, sehingga menjadi salah satu perusahaan kontraktor konstruksi terbesar di Indonesia yang telah membangun berbagai bangunan bertingkat tinggi, jalan tol properti dan mampu menciptakan infrastruktur dengan konstruksi teknologi seperti Jembatan Long-span di Palembang, Jembatan Ampera. Bahkan, perusahaan ini telah melakukan pengembangan bisnis di luar negeri.

Perusahaan milik negara, PT Hutama karya saat ini memiliki tiga anak perusahaan, yaitu PT Hutama karya Infrastructure, PT HK REALTINDO, dan PT Hakaaston.

  1. PT Nindya karya (Persero)

logo PT Nindya karya, yang pernah membangun Nindya Horizon Hotel di Semarang, Bekasi Stadion Patriot, adalah sebuah perusahaan Belanda yang didirikan pada tahun 1877, bernama perusahaan N.V. Nederlands Aannemings Maastchappij (NEDAM) V/h FA. H. Boersma. Perusahaan ini kemudian dinasionalisasikan oleh pemerintah Indonesia pada 1961.

Setelah dinasionalisasikan oleh pemerintah, perusahaan NEDAM berganti nama menjadi PN Nindya karya, dan kemudian menjadi PT Nindya karya setelah PP No. 12 dari 1969 tentang perubahan BUMN ke Persero diterbitkan.

PT Nindya karya sedang mengerjakan proyek di bidang konstruksi, properti, investasi dan rekayasa pengadaan konstruksi (EPC) bisnis. Banyak proyek yang telah dilaksanakan oleh salah satu perusahaan kontraktor milik negara, termasuk bendungan dan irigasi, jembatan layang dan lainnya.

Perusahaan ini mendirikan anak perusahaan PT Nindya beton untuk menunjang pembangunan konstruksinya di bidang precast concrete.

  1. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

PT Wijaya karya atau disingkat WIKA, salah satu perusahaan konstruksi terbesar dan terbaik di Indonesia, yang memiliki sedikitnya 6 anak perusahaan ini adalah seorang kontraktor yang mengambil bagian dalam pembangunan aula olahraga Bung Karno, untuk mendukung Asian Games ke-4 di ibu kota Jakarta.

Perusahaan ini, seperti perusahaan di atas, awalnya sebuah perusahaan Belanda bernama Naamloze Vennotschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedijf Vis en Co. Atau N.V. Vis en Co. Pemerintah Indonesia melakukan nasionalisasi perusahaan ini pada 1960 dan berganti nama menjadi PN Widjaja karja, dan setelah 12 tahun kemudian berubah menjadi PT Wijaya karya pada tahun 1972.

Pada awalnya perusahaan ini bergerak di bidang bisnis instalasi listrik dan pipa air, tetapi setelah menjadi PT, WIKA memperluas sayapnya menjadi perusahaan kontraktor dan konstruksi

Pada 1960, N.V. Vis en Co menjalani nasionalisasi dan mengubah statusnya menjadi PN Widjaja karja, dengan kegiatan usaha instalasi listrik dan pipa air. Pada tahun yang sama, PN Widjaja karja memberikan kontribusi pada pembangunan GOR Bung Karno dalam rangka Asian Games ke-4 di Jakarta.

PT Wijaya karya telah mengalami banyak perubahan manajemen dan telah berkontribusi pada proyek pemerintah yang penting. Saat ini perusahaan tersebut telah memiliki beberapa anak perusahaan yaitu PT WIKA industri konstruksi, PT WIKA beton, PT WIKA gedung, PT WIKA bitumen, PT WIKA Engineering Construction, PT WIKA Realty, dan PT WIKA Serang Panimbang.

Itulah Tinjauan dari 5 perusahaan kontraktor konstruksi milik negara terbesar di Indonesia, yang asalnya berasal dari Belanda. Perusahaan mana yang menjadi favorit Anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *